Sabtu, 25 Juni 2016

pengembangan sumberdaya manusia (SDM)

Makalah pengembangan sumberdaya manusia (SDM)

 

BAB I
PENDAHULUAN
  1. A.      Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan. Secara makro, faktor-faktor masukan pembangunan, seperti sumber daya alam, material dan finansial tidak akan memberi manfaat secara optimal untuk perbaikan kesejahteraan rakyat bila tidak didukung oleh memadainya ketersediaan faktor SDM, baik secara kualitas maupun  kuantitas. Pelajaran yang dapat dipetik dari berbagai negara maju adalah, bahwa kemajuan yang dicapai oleh bangsa-bangsa di negara-negara tersebut didukung oleh SDM yang berkualitas. Jepang, misalnya, sebagai negara pendatang baru (late comer)  dalam kemajuan industri dan ekonomi memulai upaya mengejar ketertinggalannya dari negara-negara yang telah lebih dahulu mencapai kemajuan ekonomi dan industri (fore runners)  seperti Jerman, perancis dan Amerika dengan cara memacu pengembangan SDM (Ohkawa dan Kohama 1989).
Pengembangan SDM pada intinya diarahkan dalam rangka meningkatkan kualitasnya, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas. Hasil berbagai studi menunjukkan, bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu produktivitas, baik secara makro maupun mikro. Sumber Daya Manusia (SDM) secara makro adalah warga negara suatu bangsa khususnya yang telah memasuki usia angkatan kerja yg memiliki potensi untuk berperilaku produktif (dengan atau tanpa pendidikan formal) yg mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat di lingkungan bangsa atau negaranya.
Kualitas SDM Makro sangat dipengaruhi oleh kualitas kesehatan (fisik dan psikis), kualitas pendidikan informal dan formal (yang berhubungan dengan keterampilan/keahlian kerja), kepribadian terutama moral/agama, tingkat kesejahteraan hidup dan ketersediaan lapangan kerja yang relevan.
Dalam konteks mikro, Sumber Daya Manusia adalah manusia/orang yang bekerja di lingkungan sebuah organisasi yang disebut pegawai, karyawan, personil, pimpinan / manajer, pekerja, tenaga kerja, majikan buruh dll. Di lingkungan organisasi bidang pendidikan adalah semua pegawai administratif, pendidik /guru, dosen serta tenaga kependidikan lainnya.
Dalam kenyataannya manusia (SDM) dengan organisasi sebagai wadah untuk mewujudkan hakikat kemanusiaan dan untuk memenuhi kebutuhan (need) manusia memiliki hubungan yang sangat / kuat. Hubungan tersebut sebagai berikut :
Oleh karena itu SDM diperlukan oleh setiap institusi kemasyarakatan dan organisasi. Berbagai institusi kemasyarakatan, seperti institusi keluarga, institusi ekonomi, dan institusi keagamaan, SDM merupakan unsur penting dalam pembinaan dan pengembangannya. Demikian pula dalam organisasi, SDM berperan sangat penting dalam pengembangannya, terutama bila diinginkan pencapaian tujuan yang optimal. Bila tujuan akhir setiap kegiatan pembangunan, baik dalam konteks makro maupun mikro, adalah peningkatan taraf hidup, maka optimalisasi pencapaian tujuan itu adalah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia secara optimal. Berdasarkan konsep di atas, dukungan SDM yang berkualitas sangat menentukan keoptimalan keberhasilan pencapaian tujuan itu.
Kualitas SDM ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, di antaranya kesehatan dan kemampuan. Faktor kemampuan sebagai salah satu faktor penentu kualitas SDM bisa dikembangkan di antaranya melalui pendidikan. Jadi, pendidikan merupakan suatu upaya dalam proses pengembangan SDM (Maginson, Joy Mattews, dan Banfield, 1993).
B.       Rumusan Masalah
1.   Hakekat Pengembangan SDM
2.    Pengembangan SDM Melalui Pendidikan
3.Peranan Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia
4. Pengertian dan strategi Manajemen SDM Pendidikan
  1. filsafat msdm pendidikan
  2. kebijaksanaan msdm pendidikan
  3. program msdm pendidikan
  4. proses msdm pendidikan
  5. kegiatan msdm pendidikan

 C.      Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain memenuhi tugas dosen, dalam rangka pengambilan nilai, juga dijadikan bahan diskusi kelompok pada mata kuliah manajemen pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN

 A.      Hakekat Pengembangan SDM
Pengertian SDM ada dua macam, yaitu:
1)      Derajat kualitas usaha yang ditampilkan seseorang yang terlibat dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa, dan
2)      Manusia yang memiliki kemampuan kerja untuk menghasilkan produksi, baik barang atau jasa (Simanjuntak, 1985).
Perbedaan antara kedua pengertian di atas terletak pada derajat kualitas manusia itu sendiri. Pada pengertian pertama, manusia dipandang sebagai SDM bila memiliki kualitas yang sesuai dengan tuntutan atau kebutuhan usaha. Dalam konteks makro, ciri yang menandainya adalah kualitas untuk melaksanakan perubahan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, sedangkan dalam konteks mikro adalah kualitas untuk melakukan proses produksi, misalnya dalam suatu organisasi bisnis atau industri. Jadi,  manusia menjadi SDM apabila dia terlibat dalam proses produksi dan kualitas kemampuan yang dimilikinya sesuai untuk menghasilkan produksi itu. Pada pengertian kedua, aspek kualitas tidak ditonjolkan. Karena pada dasarnya setiap individu manusia yang termasuk pada kategori angkatan kerja itu terlibat atau dapat dilibatkan dalam proses pembangunan atau proses produksi, maka dalam kondisi memiliki kemampuan apapun dia termasuk kategori SDM, apabila dia terlibat dalam proses itu. Bila belum terlibat, dia masih dikategorikan sebagai potensi. Oleh sebab ada persyaratan keterlibatan, baik pada pengertian pertama maupun pada pengertian kedua, maka pemanfaatan kemampuan dalam proses pembangunan nasional maupun dalam proses produksi merupakan indikator utama proses pengembangan SDM. Artinya, upaya apapun yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, akan termasuk pada upaya pengembangan SDM apabila dikaitkan dengan pemanfaatannya dalam pembangunan atau dalam proses produksi.
Pengembangan SDM merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu pendekatan bersifat terintegrasi dan holistik dalam mengubah prilaku orang-orang yang terlibat dalam suatu proses pekerjaan, dengan menggunakan serangkaian teknik dan strategi belajar yang relevan (Megginson, Joy-Mattews, dan Banfield, 1993). Konsep ini mengandung makna adanya berbagai unsur kegiatan selama terjadinya proses mengubah prilaku, yaitu adanya unsur pendidikan, adanya unsur belajar, dan perkembangan. Unsur pendidikan dimaksudkan untuk menentukan teknik dan strategi yang relevan untuk mengubah prilaku. Unsur belajar dimaksudkan untuk menggambarkan proses terjadinya interaksi antara individu dengan lingkungan, termasuk dengan pendidik. Adapun unsur perkembangan dimaksudkan sebagai proses gradual dalam perubahan dari suatu keadaan, misalnya dari keadaan tidak dimilikinya kompetensi menjadi keadaan memiliki kompetensi, yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

B.     Pengembangan SDM Melalui Pendidikan
Pengembangan SDM yang membawa misi sebagaimana disebutkan di atas difokuskan pada peningkatan ketahanan dan kompetensi setiap individu yang terlibat atau akan terlibat dalam proses pembangunan. Peningkatan ketahanan dan kompetensi ini di antaranya dilaksanakan melalui pendidikan. Bila dikaitkan dengan pengembangan SDM dalam rangka meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri, pendidikan juga merupakan upaya meningkatkan derajat kompetensi dengan tujuan agar pesertanya adaptable  terhadap berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi. Selain itu, pendidikan yang diselenggarakan seharusnya juga memberi bekal-bekal kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan (Boediono, 1992). Program semacam ini harus dilaksanakan dengan disesuaikan dengan keperluan dan usaha yang mengarah kepada antisipasi berbagai perubahan yang terjadi, baik di masa kini maupun yang akan datang (Han, 1994; Dertouzas, Lester, dan Solow, 1989).
Sebagaimana dijelaskan di atas, pembangunan pada dasarnya merupakan suatu proses melakukan perubahan, dalam rangka perbaikan, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kesejahteraan terkait dengan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup rakyat, baik material maupun mental dan spiritual. Adapun kualitas SDM terkait dengan derajat kemampuan, termasuk kreatifitas, dan moralitas pelaku-pelaku pembangunan. Atas dasar ini, proses perubahan yang diupayakan melalui pembangunan seharusnya menjangkau perbaikan semua sektor secara menyeluruh dan berimbang, pada satu sisi, dan pada sisi lain merupakan upaya meningkatkan kualitas SDM.
Perbaikan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat adalah fokus dari pembangunan sektor ekonomi, dengan tujuan meningkatkan pemenuhan kebutuhan yang bersifat fisik dan material, baik kebutuhan primer,  sekunder, tertier maupun kuarter. Pemenuhan kebutuhan ini seharusnya seimbang dengan pemenuhan kebutuhan mental dan spiritual. Bebas dari rasa takut, adanya rasa aman, dihargai harkat dan martabatnya, dilindungi kebebasan dan hak-haknya, serta tersedianya kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita dan potensi diri adalah bentuk-bentuk kebutuhan mental yang seharusnya diperbaiki kondisinya melalui pembangunan. Adapun pemenuhan kebutuhan spiritual terkait dengan kebebasan dan ketersediaan prasarana, sarana dan kesempatan untuk mempelajari, mendalami dan menjalankan ajaran agama yang dianut, sehingga komunikasi dengan Sang Pencipta dapat terpelihara.
Pada sisi peningkatan kualitas SDM, pembangunan diarahkan untuk menjadikan rakyat negeri ini kreatif, menguasai serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), dan memiliki moralitas. Kreatifitas diperlukan untuk bisa bertahan hidup dan tidak rentan dalam menghadapi berbagai kesulitan. Dengan kreatifitas, seseorang menjadi dinamis dan bisa menemukan jalan keluar yang positif ketika menghadapi kesulitan atau masalah.
Penguasaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS sangat dibutuhkan untuk peningkatan taraf hidup, dan agar bangsa ini bisa disandingkan dan ditandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Ini mengingat, globalisasi dalam berbagai bidang kehidupan sudah tidak bisa dihindari dan berdampak pada terjadinya persaingan yang ketat, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik. Untuk  bisa memasuki pergaulan dalam kehidupan global (persandingan dengan masyarakat global) maupun untuk meraih keberhasilan dalam berbagai kesempatan yang tersedia (pertandingan dalam kehidupan global) diperlukan pengusaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS. Adapun moralitas sangat diperlukan agar dalam menjalani kehidupannya prilaku bangsa ini dikendalikan oleh nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang bersifat nasional dan universal. Karena nilai-nilai ini berkait dengan batas-batas antara baik dan tidak baik, benar dan tidak benar, serta antara yang menjadi haknya dan bukan haknya, maka tingginya moralitas dapat meningkatkan keterpercayaan dan keandalan individu dan masyarakat, baik di mata bangsanya sendiri maupun dalam pergaulan global. Jadi, kualitas SDM bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dan kreativitasnya saja tetapi juga oleh derajat moralitasnya. Selain berkaitan dengan sistem masyarakat secara umum, kualitas SDM mempunyai keterkaitan erat dengan kualitas pendidikan sekolah. Karena SDM berkualitas adalah keluaran sistem pendidikan, proses pendidikan harusnya menjadikan kreativitas, penguasaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS, serta moralitas sebagai acuan dasar. Unsur penguasaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS bisa dicapai melalui proses pembelajaran sejumlah mata ajaran secara berjenjang. Unsur kretivitas bisa dirajut dalam sebagian dari mata ajaran tertentu, misalnya matematika, IPA dan IPS, namun dengan penerapan model pembelajaran yang kondusif, seperti keterampilan proses (melalui penemuan).
Adapun unsur moralitas dibangun melalui proses yang kompleks, yang mengutamakan pada pembentukan sikap yang berkait dengan norma dan nilai-nilai. Unsur ini bisa juga dirajut melalui isi berbagai mata ajaran, tidak mesti menjadi suatu mata ajaran tersendiri dalam kurikulum. (Fogarty, 1991).

C.    Peranan Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia
Persoalan ketenagakerjaan selalu mendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan,  baik  pemerintah, swasta maupun dari masyarakat. Kompleksitas permasalahan ketenagakerjaan ini dapat dipandang sebagai suatu upaya masing-masing individu untuk memperoleh dan mempertahankan hak-hak kehidupan yang melekat pada manusia agar memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidup.
Tujuan pembangunan nasional, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan dan berdaya saing maju dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Dari tujuan tersebut tercermin bahwa sebagai titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional. Di sisi lain, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut, khususnya dibidang dibidang ketenagakerjaan, sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam mengatasinya.
Sehubungan hal tersebut di atas pengembangan SDM di Indonesia dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja.
Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan SDM yang dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu, jalur pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap pendidikan.
Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Dengan kata lain, pengembangan SDM di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ), kecerdasan sosial (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Dalam rangka pengembangan SDM di indonesia, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama adalah jumlah penduduk yang besar, yaitu sekitar 216 juta jiwa. Tantangan kedua adalah luasnya wilayah indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dengan penyebaran penduduk yang tidak merata. Tantangan ketiga adalah mobilitas penduduk yang arus besarnya justru lebih banyak ke pulau Jawa dan ke kota-kota besar.
Berbagai tantangan seperti itu, memerlukan konsep, strategi dan kebijakan yang tepat agar pengembangan SDM di Indonesia dapat mencapai sasaran yang tepat secara efektif dan efisien. Hal ini penting dilakukan karena peningkatan kualitas SDM Indonesia tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dalam maupun diluar negeri, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan penghasilan bagi masyarakat.

D.      Pengertian dan strategi Manajemen SDM Pendidikan
Pengertian Manajemen SDM Pendidikan :
1.    Manajemen SDM Pendidikan adalah proses memberdayakan personal, khususnya pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan formal secara efektif dan efisien.
2.   Manajemen SDM Pendidikan adalah proses perencanan, pengorganisasian dan pengendalian personal pendidikan sebagai sumber daya manusia untuk mencapai tujuan lembaga pendidkan formal.
3.   Manajemen SDM Pendidikan adalah kegiatan memberdayakan personil di lingkungan organisasi bidang pendidikan secara manusiawi, agar memberikan kontribusi secara optimal dan dengan memperoleh kepuasan kerja.
4.    Manajemen SDM Pendidikan adalah proses mendayagunakan sumber daya manusia bidang pendidikan secara manusiawi dalam arti diperlakukan sebagai subyek dan dipenuhi hak asasinya agar mampu memfokuskan kinerjanya pada tujuan lembaga pendidikan formal.
Manajemen SDM Pendidikan seperti tersebut di atas, memerlukan Strategi Manajemen SDM yang harus diimplementasikan secara efektif dan efisien agar mampu mencapai tujuan pendidikan secara optimal.


BAB III
KESIMPULAN
Sebagai suatu bentuk upaya dalam pengembangan SDM, pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dalam pembangunan Pendidikan dan Perspektif nasional. Hal ini mengingat pendidikan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang menjadi faktor input dominan dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan pembangunan nasional, pendidikan seharusnya mendapat prioritas, karena melalui upaya ini dapat dihimpun stok modal manusia dan stok modal sosial yang memadai secara kualitas untuk melaksanakan pembangunan. Tanpa tersedianya stok modal manusia dan stok modal sosial yang memadai, terutama secara kualitas, keberhasilan pembangunan patut dipertanyakan.


Daftar Pustaka
Boediono, (1994). Pendidikan dan Latihan Dalam Periode Tinggal Landas.  Mimbar Pendidikan,  No. 1 Tahun XIII.
Dertouzas, M.L., Lester, R.K., dan Solow, R.M., (1989). Made In America: Regaining the Productive Edge.  Cambridge, MA: Harper Perennial.
Gilley, J.W., dan Eggland, S.E., (1989). Principles of Human Resource Development.  Reading, MA: Addison-Wisley Publishing Company, Inc.
Jones, J dan Walter, L. Donald, (2008). Human Resource Management in Education. Manajemen Sumberdaya Manusia dalam Pendidikan. Yogyakarta: Q-Media,
Megginson, D., Joy-Mattews, J., dan Banfield, P., (1993).  Human Resource Development. London: Kogan-Page Limited.
Simanjuntak, P., (1985). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.
Suryadi, A. (1995). Kebijaksanaan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia: Transisi Menuju era Indonesia Modern. Jakarta: Pusat Informatika, Balitbang Dikbud.

KEPEMIMPINAN


KEPEMIMPINAN



  1.  DEFINISI
    1. a.      Pemimpin
Secara Etimologi berasal dari kata leader yang artinya pemimpin.
Secara Terminologi pemimpin adalah anggota yang diberi kedudukan untuk menjalankan organisasi dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
  1. Kepemimpinan adalah bagaimana mengacu pada perintah bawahan dalam menjalankan organisasi demi mencapai tujuan yang disepakati bersama.
Secara sederhana kepemimpinan adalah masa jabatan atau masa kepengurusan dalam sebuah organisasi.
  1. SYARAT MENJADI PEMIMPIN
    1. a.      Sadar (tidak mengalami ganggguan mental yang bisa mencederai setiap tindakan, sederhananya tidak gila)
    2. b.      Memilki kepercayaan (secara keagamaan memiliki keimanan dan ketaqwaan)
    3. c.       Bijaksana (mampu mengeluarkan orang lain atau orang banyak dari penderitaan)
    4. d.      Berwawasan luas (memilki pengetahuan).

  1. MACAM-MACAM PEMIMPIN
    1. a.      Pemimpin situasional adalah pemimpin yang hadir pada situasi tertentu dan mampu mengendalikan orang banyak
    2. Pemimpin formal adalah pemimpin yang dipilih berdasarkan aturan main organisasi dan memiliki legitamasi hukum yang dijadikan sebagai landasan dalam menjalankan, tugas, fungsi, wewnang dan tanggung jawab.
    3. Pemimpin non formal adalah pemimpin yang berdasarkan pada aturan alamiah atau menurut hukum adat yang berlaku dan tidak memiliki legalitas secara tertulis.
    4. d.      Pemimpin informal adalah pemimpin skala kecil yang dipilih maupun tidak akan tetap menjadi pemimpin, seperti pemimpin rumah tangga.


  1. CIRI-CIRI PEMIMPIN
    1. a.      Bisa menjadi Pelopor (sebagai penggerak dalam kelompok yang dipimpinnya)
    2. b.      Bisa menjadi Motivator (pemberi semangat atau yang menyemangati)
    3. c.       Bisa menjadi Teladan (pemberi contoh yang baik, khususnya dalam pengembangan organisasi)
    4. d.      Flexible (bisa menempatkan diri di mana saja)
    5. e.       Akuntabel (bertanggung jawab dalam setiap tindakan yang di ambil)
    6. Transparansi (memilki sifat terbuka dalam menjalankan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab)
    7. g.      Cepat tanggap (cepat merespon setiap masalah yang ada, baik yang bersifat mendesak maupun tidak).

  1. TIPE PEMIMPIN
    1. a.      Melankolis adalah tipe pemimpin yang bersifat lemah lembut dalam mengambil keputusan maupun bertindak
    2. b.      Kasar adalah tipe pemimpin yang mengedepankan fisik, secara sederhana mengandalkan otot dari pada otak.
    3. c.       Dual adalah tipe pemimpin yang mampu menempatkan kedua hal yang bertentangan, seperti lemah lembut dan kasar.

  1. TIPE KEPEMIMPINAN
    1. a.      Otoriter adalah tipe kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok dari pada kepentingan orang banyak. (cenderung mengekang dan bertindak sesuai keinginan sendiri )
    2. b.      Demokasi adalah tipe kepemimpinan yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Dengan semboyan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
    3. c.       Liberal adalah tipe kepemimpin yang bebas
    4. Leases fair adalah tipe kepemimpinan yang ragu dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan.
Pemimpin Seperti Apa Yang Kita Inginkan?

KEORGANISASIAN


KEORGANISASIAN

  1. 1.      DEFINISI
Secara etimologi organisasi berasal dari kata organ yaitu struktur atau susunan tubuh yang terdiri dari kepala, badan dan kaki.
Secara terminologi organisasi adalah perkumpulan dua orang atau lebih yang memiliki tujuan tertentu

  1. 2.      SYARAT ORGANISASI
    1. Tujuan adalah yang mengarahkan jalannya organisasi
    2. Aturan adalah yang memaksa setiap orang yang tergabung didalam organisasi agar disiplin dan teratur dalam menjalankan tugas, fungsi, wewenang, tanggung jawab dan kewajiban.
    3. c.       Pengurus adalah yang menggerakkan organisasi yang dimaksud adalah pengurus harian organisasi.
    4. d.      dan Anggota adalah yang digerakkan bukan dalam artian tidak memiliki hak untuk bertindak ketika ada pelanggaran yang dilakukan oleh pengurus.
  1. 3.      JENIS-JENIS ORGANISASI
    1. a.      Formal adalah organisasi yang memiliki aturan main secara tertulis dan dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan program kerja. Seperti Ad/Art, dll.
    2. b.      Non formal adalah organisasi yang aturannya dipahami secara umum dan tidak tertulis seperti kelompok masyarakat di suatu Lingkungan, dll.
    3. c.       In formal adalah organisasi skala kecil yang pengaturannya secara alamiah seperti rumah tangga.
  1. 4.      SIFAT ORGANISASI
    1. a.      Independen adalah organisasi yang berdiri sendiri dan tidak memiliki hubungan konstitusi dengan organisasi lain (non structural dengan organisasi lain)
    2. b.      Non Independen adalah organisasi yang memiliki hubungan konstitusi dengan organisasi lain.
  1. 5.      MACAM-MACAM ORGANISASI
    1. a.      Provit adalah organisasi yang mencari keuntungan, secara khusus mencari keuntungan dari segi keuangan seperti PT. koperasi, pertokoan, dll.
    2. b.      Non provit adalah organisasi yang mengedepankan pengembangan keilmuan seperti HMI, LRCom. Diha, LSN Makassar, dll.
  1. 6.      BENTUK ORGANISASI
    1. a.      Organisasi taktis adalah organisasi jangka pendek yang tidak memiliki kader dan ada ketika ada masalah-masalah tertentu yang dianggap serius. Seperti ALAM belo dibentuk untuk menghadapi masalah pertambangan mangan di kec. Belo kab. Bima thn 2008.
    2. c.       Organisasi teknis adalah organisasi jangka panjang yang memilki kader dan aturan main yang jelas untuk dijadikan acuan dalam melaksanakan setiap program kerja. Seperti HMI, LRCom. Diha, LSN Makassar, dll.
  1. 7.      PERANGKAT ORGANISASI
Organisasi memiliki perangkat yang jelas, baik itu organisasi taktis maupun organisasi teknis, organisasi formal, non formal dan seterusnya:
  1. a.      Perangkat lunak.
  • AD/ART dan aturan sejenis khusus untuk organisasi dibawah naungan Negara
  • UUD untuk organisasi kenegaraan
  1. b.      Perangkat keras.
  • Pengurus.
Pengurus yang dimaksud adalah secara keseluruhan dan tidak dibatasi hanya pada pengurus harian atau pengurus inti organisasi yang menjadi penggerak dalam mencapai kesuksesan dan tidaknya suatu organisasi.
Contoh seperti hierarki pengurus LRCom. Diha, Dewan penasehat, Dewan pertimbangan organisasi (DPO) Pengurus devinitif , yang didalamnya ada ketua umum, sekum, bendum dan bidang-bidang.
  • Anggota.
Anggota yang dimaksud adalah secara keseluruhan.
Contoh seperti Hierarki kenggotaan LRCom. Diha, Anggota inti, Anggota biasa, dan Anggota kehormatan.

 8.      Forum organisasi

Musauwarah besar (MUBES)
Adalah tempat pengambilan keputusan tertinggi organisasi

Rapat kerja (RAKER)
Adalah rapat untuk membahas program kerja.

Sidang pleno
Adalah sidang yang dihadiri oleh peserta penuh untuk membahas dan merancang program kerja yang akan di jalankan selama masa kepengurusan.

Rapat panitia
Yaitu rapat yang dihadiri oleh jajaran kepanitiaan. Terkecuali di undang.

Rapat bidang
Adalah rapat yang dihadiri oleh ketuan bidang dan anggota bidang.

Rapat anggota
Adalah rapat yang bisa dihadiri oleh anggota saja, terkecuali di undang.

Rapat pengurus
adalah rapat yang bias dihadiri oleh pengurus untuk membahas sejauh mana program kerja yang dilaksanakan oleh pengurus.

Selasa, 21 Juni 2016

Survival

 
 
  SURVIVAL
 
 
Survival berasal dari kata Survive, yang artinya bertahan hidup. Sedang survival sendiri adalah suatu kondisi yang tidak menentu yang dihadapi oleh seorang atau sekelompok orang pada suatu daerah yang asing dan terisolir bagi orang/kelompok yang sedang mengalaminya. Keadaan tidak menentu (survival) ini bisa terjadi pada setiap orang yang tengah melakukan perjalanan, petualangan atau penjelajahan di alam bebas. 
survival
imagesource : //Materi Dasar Pecinta alam

Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam:
  • S  : Sadar dalam keadaan gawat darurat 
  • U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah 
  • R  : Rasa takut dan putus asa hilangkan 
  • V : Vitalitas tingkatkan 
  •  I  : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya 
  • V : Variasi alam bisa dimanfaatkan 
  • A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya 
  • L : Lancar, slaman, slumun, slamet.
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
  • S : Stop & seating / berhenti dan duduklah 
  • T : Thingking / berpikirlah
  • O : Observe / amati keadaan sekitar
  • P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Kebutuhan survival

Yang harus dipunyai oleh seorang survivor
1. Sikap mental
- Semangat untuk tetap hidup
- Kepercayaan diri
- Akal sehat
- Disiplin dan rencana matang
- Kemampuan belajar dari pengalaman


2. Pengetahuan
- Cara membuat bivak
- Cara memperoleh air
- Cara mendapatkan makanan
- Cara membuat api
- Pengetahuan orientasi medan
- Cara mengatasi gangguan binatang
- Cara mencari pertolongan


3. Pengalaman dan latihan
- Latihan mengidentifikasikan tanaman
- Latihan membuat trap, dll


4. Peralatan
- Kotak survival
- Pisau jungle , dll


5. Kemauan belajar.

Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :

  1. Mengkoordinasi anggota 
  2. Melakukan pertolongan pertama
  3. Melihat kemampuan anggota
  4. Mengadakan orientasi medan
  5. Mengadakan penjatahan makanan
  6. Membuat rencana dan pembagian tugas
  7. Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar
  8. Membuat jejak dan perhatian
  9. Mendapatkan pertolongan
Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :


1. Ketegangan dan panik Pencegahannya :
- Sering berlatih
- Berpikir positif dan optimis
- Persiapan fisik dan mental


2. Matahari / panas
- Kelelahan panas
- Kejang panas
- Sengatan panas

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :

  • Penyakit akut/kronis 
  • Baru sembuh dari penyakit
  • Demam
  • Baru memperoleh vaksinasi
  • Kurang tidur
  •  Kelelahan
  • Terlalu gemuk
  • Penyakit kulit yang merata
  • Pernah mengalami sengatan udara panas
  • Minum alkohol
  • Dehidrasi
Pencegahan keadaan panas :
  1. Aklimitasi 
  2. Persedian air
  3. Mengurangi aktivitas
  4. Garam dapur
Pakaian :
  1. Longgar 
  2. Lengan panjang
  3. Celana pendek
  4. Kaos oblong
3. Serangan penyakit:
  • Demam 
  • Disentri
  • Typus
  • Malaria
4. Kemerosotan mental: Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
  • Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah Keadaan lingkungan mencekam 
  • Pencegahan : Usahakan tenang Banyak berlatih.
5. Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan
  • Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
  • Penyebab : Makanan dan minuman beracun
  • Pencegahan : Air garam di minum Minum air sabun mandi panas Minum teh pekat.
6. Keletihan amat sangat
  • Pencegahan : Makan makanan berkalori Membatasi kegiatan
7. Kelaparan
  • Pencegahan: mampu membuat trap/perangkap, mengatur makanan
8. Lecet
  • Penyebab: akibat terkena ranting pohon atau tejatuh saat bejalan
  • pencegahan: setiap akan melalukan kegiatan di Alam bebas hendaknya membawa obat-obatan atau P3K
9. Kedinginan
  • pencegahan: membawa Jaket/rain coat, dan membuat bivak (shelter) untuk beristirahat.
Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian maka kita harus bias Membuat Bivak (Shelter) Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

Macam-macam shelter:
 
  • Shelter asli alam
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang Tidak ada gas beracun Tidak mudah longsor

survival
 imagesource : //Materi Dasar Pecinta alam
  • Shelter buatan dari alam
Syarat bivak (Shelter) : Hindari daerah aliran air Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh Bukan sarang nyamuk/serangga Bahan kuat Jangan terlalu merusak alam sekitar Terlindung langsung dari angin.

survival 
imagesource : //Materi Dasar Pecinta alam

Mengatasi Gangguan Binatang Seperti:
a. Nyamuk

  • Obat nyamuk, autan, dll 
  • Bunga kluwih dibakar
  • Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk
  • Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
b.Laron
  • Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe/rica yang digantungkan
c. Lebah
Apabila disengat lebah :

  • Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali 
  • Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
  • Jangan dipijit-pijit
  • Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
d. Lintah
Apabila digigit lintah :

  • Teteskan air tembakau pada lintahnya 
  • Taburkan garam di atas lintahnya
  • Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
  • Taburkan abu rokok di atas lintahnya
e. Semut
  • Gosokkan obat gosok pada luka gigitan 
  • Letakkan cabe merah pada jalan semut
  • Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut
f. Kalajengking dan lipan
  • Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar 
  • Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
  • Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
  • Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka 
  • Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
Membuat Perangkap (Trap)
Macam-macam trap :

  1. Perangkap model menggantung 
  2. Perangkap tali sederhana
  3. Perangkap lubang jerat
  4. Perangkap menimpa
Bahan :
  1. tali/kawat 
  2. Umpan
  3. Batang kayu 
  4. Cabang pohon

imagesource : //Materi Dasar Pecinta alam
 
Membaca Jejak
Jenis-jenis jejak :

  • Jejak buatan : dibuat oleh manusia 
  • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan
Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
  • Jenis binatang yang lewat 
  • Arah gerak binatang
  • Besar kecilnya binatang
  • Cepat lambatnya gerak binatang
Membaca jejak alami dapat diketahui dari :
  • Kotoran yang tersisa 
  • Pohon atau ranting yang patah
  • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput

Air
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.

Air yang tidak perlu dimurnikan :

  1. Hujan : Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
  2. Dari tanaman rambat/rotan : Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
  3. Dari tanaman
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut, air yang harus dimurnikan terlebih dahulu,
  • Air sungai besar
  •  Air sungai tergenang
  • Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
  • Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
  • Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan.
Makanan
Patokan memilih makanan :

  1. Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia 
  2. Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
  3. Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
  4. Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
  5. Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan
  6. Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
  7. Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
  8. Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak
Tumbuhan yang dapat dimakan
  1. Dari batangnya :Batang pohon pisang (putihnya) 
  2. Bambu yang masih muda (rebung)
  3. Pakis dalamnya berwarna putih
  4. Sagu dalamnya berwarna putih
  5. Tebu
Dari daunnya :
  • Selada air 
  • Rasamala (yang masih muda)
  • Daun mlinjo
  • Singkong
Akar dan umbinya :
  • Ubi jalar, talas, singkong
Buahnya :
  • Arbei, asam jawa, juwet
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
  • Jamur merang, jamur kayu
Ciri-ciri jamur beracun :
  • Mempunyai warna mencolok 
  • Baunya tidak sedap
  • Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
  • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
  • Bila diraba mudah hancur
  • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
  • Tumbuh dari kotoran hewan 
  • Mengeluarkan getah putih
Contoh tumbuhan yang dapat dimakan : 
  • umbi tanahnya : talas, kentang, besusu, paku tanah   
  • bagian batang : umbut muda pisang, sagu, rumput madu,rebung


imagesource : //SurvivalEdelewis
  • buah : kelapa, arbei, strawbery hutan, nipah dll
 
imagesource : //SurvivalEdelewis


  • biji : padi, jagung, rumput teki madu  
  • bunga : turi, pisang 
  • daun : rasamala, melinjo, tangkai dan daun begonia ,daun selada air ( arnong )


                                                           
 Imagesource : //SurvivalEdelewis
 
  • tunas/pucuk : cemara

 
Imagesource : //SurvivalEdelewis

Binatang yang bisa dimakan
  • Belalang 
  • Jangkrik
  • Tempayak putih (gendon)
  • Cacing
  • Jenis burung
  • Laron
  • Lebah , larva, madu
  • Siput
  •  Kadal : bagian belakang dan ekor
  • Katak hijau
  • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya
  • Binatang besar lainnya
Binatang yang tidak bisa dimakan
  • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking 
  • Mengandung racun : penyu laut
  • Mengandung bau yang khas : sigung

Api

Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
  1.  Dengan lensa / Kaca pembesar caranya: Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
  2. Gesekan kayu dengan kayu.Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar
  3. Busur dan gurdi caranya Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.
Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival kit
Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

  • Perlengkapan memancing 
  • Pisau
  • Tali kecil
  • Senter
  • Cermin suryakanta, cermin kecil
  • Peluit
  • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
  • Tablet garam, norit
  • Obat-obatan pribadi
  • Jarum + benang + peniti 
  • dll (alat yang penting saja)
 
Kesimpulan :  survival lebih merupakan sikap mental daripada penguasaan pengetahuan dengan tidak  mengabaikan penguasaan pengetahuan ,

PPGD

 
PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT

1.1 Pengertian PPGD   
       
PPGD adalah singkatan dari pertolongan pertama pada gawat darurat.  PPGD merupakan salah sau tindakan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban yang mengalami kecelakaan dan ditolong dengan secepat-cepatnya agar korban selamat. Setelah diberi pertolongan pertama, maka korban perlu ditangani oleh pihak dokter untuk perawatan lanjutan yang lebih tepat. PPGD memiliki tujuan, antara lain:
  1. Mencegah terjadinya kematian
  2. Mencegah terjadinya cacat tubuh
  3. Mencegah kerusakan yang lebih luas
  4. Mencegah terjadinya infeksi
  5.  Mencegah rasa sakit pada korban
1.2 Pemeriksaan ABCD
A. Airway control (jalan nafas)
1.      Penilaian: pastikan korban tidak sadar
Dengan cara menyentuh atau menggoyangkan secara halus dan berteriak memanggil. Hati-hati pada korban trauma (kecelakaan) pada kepala dan leher. Kesalahan pergerakan akan menyebabkan kelumpuhan otot pernafasan. Apabila korban sadar (dapat bicara) berarti tidak ada masalah dengan jari nafasnya.
Sumbatan nafas:
Total; sulit bernafas, memegangi leher
Parsial: seperti ngorok, mengi, kumur.
Dalam beberapa kasus dimana korban tidak ada respon.lidah menjadi penyebab dari tersumbatnya jalan nafas, karena pada saat kehilangan kesadaran otot-otot akan lumpuh termasuk otot dasar lidah akan jatuh ke belakang sehingga jalan nafas tertutup
2.      Bila penderita tidak sadar mintalaha bantuan orang terdekat dalam melakukan melakukan pertolongan;
3.      Posisi korban untuk melakukan RJP yang efektif, korban harus terlentang dan berada pada permukaan yang keras;
4.      Bula jalan nafas
Untuk membuka  jalan nafas, kepala korban diposisikan ekstensi (tengadah kepala) untuk menghindari sumbatan jalan nafas oleh lidah. Benda asing atau sisa muntahan yang terlihat dalam mulut harus segera disingkirkan secara cepat dan  seksama.
Ada dua cara untuk membebaskan jalan nafas, antara lain:
a.       Tekan dahi dan angkat;
b.      Pendorong rahang bawah.
Teknik mempertahankan jalan napas
Pada penderita dengan kasus henti napas maka tindakan untuk membebaskan
jalan napas dan memberikan ventilasi harus segera dulakukan.
1. Chin lift manuver
Empat jari salah satu tangan diletakan di bawah rahang , ibu jari di atas dagu, kemudian secara hati-hati diangkat ke depan,manuver ini tidak boleh menyebabkan posisi kepala hiperekstensi. Bila perlu ibu jari

dugunakan untuk membuka mulut atau bibir.

2. Jaw thrust

Mendorong angulus mandibula kanan dan kiri ke depan dengan jari-jari kedua tangan sehingga gigi bawah berada di depan gigi atas, kedua ibu jari membuka mulut dan kedua telapak tangan menempel pada kedua pipi penderita untuk imobilisasi kepala. Tindakan jaw thrust, buka mulut dan head tilt disebut triple airway manuver.

A. Breathing support (bantuan pernafasan)
1.      Penilaian: tentukan korban tidak bernafas
Penolong mendekatkan telinganya diatas mulut dan hidung korban dan kemudian terus mempertahankan jalan nafas lalu memperhatikan dada korban. Penolong harus:
a)      Melihat gerakan dada naik turun;
b)      Mendengarkan udara keluar pada waktu ekspirasi;
c)      Merasakan adanya aliran udara.
2.      Pertolongan pernafasan buatan
a)      Dari mulut ke mulut;
b)      Dari mulut kehidung.
1.         Teknik pemberian nafas buatan
a.         Respon  konstan;
b.         Minta bantuan;
c.         Buka jalan nafas;
d.        LDR 3-5menit;
e.         Jika tidak bernafas, beri 2-5 kali;
f.          Periksa nadi carotis 5-10 detik;
g.         Jika nadi berdenyut, lanjutkan pemberian nafas buatan.
B.  Circulation support (pemeriksaan nadi)
Tentukan adanya denyut nadi dan menghentikan perdarahan besar. Henti jantung ditandai dengan adanya denyut nadi pada arteri besar dari korban yang tidak sadar. Pemeriksaan nadi dilakukan dengan cara meraba secara lembut arteri carotis.
Secara umum dapat dikatakan bila jantung berhenti berdenyut, maka pernafasan akan langsung mengikuti, namun keadaan ini tidak berlaku sebaliknya. Seseorang akan mengalami kegagalan pernafasan dengan jantung yang masih berdenyut, akan tetapi dalam waktu singkat akan diikuti henti jantung karena kekurangan oksigen.

1.3 Basic Life Support
Basic Life Support merupakan seperangkat prosedur pertolongan pertama bagi keadaan darurat gawat. Prosedur ini terdiri atas tindakan mengenali keadaan berhentinya
respirasi dan kerja jantung (respiratory and cardiac arrest), dan segera melaksanakan RKP sampai penderita cukup pulih untuk dapat di dipindahkan atau sampai tersedia pertolongan lebih lanjut untuk menyelamatkan jiwa penderita. Tindakan ini mencakup langkah-langkah A.B.C
1.4 Pendarahan
            pendarahan adalah rusaknya dinding pembuluh darah yang di akibatkan oleh luka paksa atau penyakit sehingga darah keluar dari tubuh melalui luka, seperti luka robek, luka sayatan, luka tusuk dan lain-lain.
a. Jenis Perdarahan
Perdarahan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.  Perdarahan luar (terbuka), pendarahan yang dapat dilihat dengan jelas dengan adanya darah yang keluar dari luka. Luka ini berada di permukaan luar kulit atau bagian tubuh. Untuk membantu memperkirakan berapa banyak darah yang telah keluar dari tubuh penderita, hal yang dipakai adalah keluhan korban dan tanda vital. Bila keluhan korban sudah mengarah ke gejala dan tanda syok seperti yang dibahas dalam topik ini maka penolong wajib mencurigai bahwa kehilangan darah terjadi dalam jumlah yang cukup banyak. Perawatan untuk Perdarahan luar, antara lain:
a.         Tekanan Langsung
b.         Elevasi
c.         Titik Tekan
d.        Immobilisasi

2.  Perdarahan dalam (tertutup), pendarahan ini tidak tampak terlihat dan darahpun tidak keluar banyak dari luka, ciri-ciri pendarahan dalam seperti memar. Perdarahan dalam dapat berkisar dari skala kecil hingga yang mengancam jiwa penderita. Kehilangan darah tidak dapat diamati pada perdarahan dalam.
Gejala dan Tanda
Beberapa tanda perdarahan dalam dapat diidentifikasi. Beberapa adalah sbb.:
    1. Batuk darah berwarna merah muda
    2. Memuntahkan darah berwarna gelap (seperti ampas kopi)
    3. Terdapat memar
    4. Bagian Abdomen terasa lunak.
Bahaya lain pada perdarahan adalah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Banyak kuman penyakit bertahan hidup di dalam darah manusia, sehingga bila darah korban ini bisa masuk kedalam tubuh penolong maka ada kemungkinan penolong dapat tertular penyakit.
Perdarahan dalam harus dicurigai pada beberapa keadaan seperti :
1.      Riwayat benturan benda tumpul yang kuat;
2.      Memar;
3.      Batuk darah;
4.      Muntah darah;
5.      Buang air besar atau air kecil berdarah;
6.         Luka tusuk;
7.         Patah tulang tertutup;
8.         Nyeri tekan, kaku atau kejang dinding perut.
Perawatan Perdarahan
  1. Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan :
a.       Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.
b.      Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan
c.       Cucilah tangan segera setelah selesai merawat
d.      Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.
  1. Pada perdarahan besar:
a.       Jangan buang waktu mencari penutup luka
b.      Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.
c.       Bila tidak berhenti maka tinggikan bagian tersebut lebih tinggi dari jantung (hanya pada alat gerak), bila masih belum berhenti maka lakukan penekanan pada titik-titik tekan.
d.      Pertahankan dan tekan cukup kuat.
e.       Pasang pembalutan penekan
  1. Pada perdarahan ringan atau terkendali :
a.       Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
b.      Tekan sampai perdarahan terkendali
c.       Pertahankan penutup luka dan balut
d.      Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama
  1. Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam
a.       Baringkan dan istirahatkan penderita
b.      Buka jalan napas dan pertahankan
c.       Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi
d.      Perawatan syok bila terjadi syok atau diduga akan menjadi syok
e.       Jangan beri makan dan minum
f.       Rawatlah cedera berat lainnya bila ada
g.      Rujuk ke fasilitas kesehatan

1.5 Patah Tulang
              Patah tulang adalah ketika kekuatan yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari tulang dapat menanggung, sehingga dapat mengganggu struktur kekuatan tulang dan menyebabkan rasa sakit, hilangnya fungsi dan kadang-kadang pendarahan dan cedera disekitar lokasi.

Gejala Patah Tulang
    Gejala pada patah tulang bervariasi, maka terlebih dahulu kita mengetahui gejala tersebut, antara lain:
  1. Sakit pada area anggota badan
  2. Pembengkakan
  3. Memar
  4. Kelainan bentuk
  5. Ketidakmampuan untuk menggunakan anggota badan.
Jenis patah tulang
               Jenis patah tulang memiliki karakter yang berbeda-beda. ada sebagian korban patah tulang kaki sampai bagian anggota tulangnya menembus kulit akibat benturan yang sangat keras. jenis patah tulang antara lain :
  1.  Patah tertutup ( Sederhana ) - Patah tulang tidak menembus kulit
  2.  Patah terbuka ( Gabungan ) - Patah tulang menonjol keluar melalui kulit atau luka mengarah ke situs fraktur. Infeksi dan pendarahan eksternal lebih mungkin. 
 Pertolongan Pertama Untuk Patah Tulang
           Tindakan pertolongan pertama untuk patah tulang dengan cara immobilising ( membatasi gerakan ) daerah luka. penyangga dapat digunakan untuk ini kontrol pendarahan eksternal pecah yang rumit dimana anggota tubuh sangat cacat mungkin perlu disesuaikan sebelum pembidaian, hanya paramedis atau staf medis harus melakukan hal ini. terapi dengan kondisi yang darurat, penolong pertama harus bisa melakukan tindakan pertolongan pertama pada korban. alat yang digunakan pada pertolongan patah tulang antara lain:
  1. Mitela : Sebagai pengikat dan penutup luka

   
     2. Bidai : Sebaigai penyangga anggota tulang yang patah 

 Gambar : Pertolongan pada patah tulang kaki
 Gambar : Pertolongan Patah pada tulang lengan

gambar : Patah pada tulang leher


 
1.6 Merawat gigitan ular
            Terlebih dahulu kita harus memahami bekas gigitan ular. Bekas gigitan ular tidak berbisa hanya berbentuk barisan giginya.  sedangkan untuk ular berbisa juga menunjukkan bekas barisan giginya, akan tetapi diatas barisan  bekas giginya terdapat dua tusukan gigi taring (dua lubang tusukan kecil) karena gigi taring ular berbisa menyuntikkan racun berbisa.
 

 
Pertolongan pertama pada gigitan ular berbisa
penanganan pertama pada gigitan ular berbisa, antara lain:
1.   tenangkan korban terlebih dahulu dan usahakan korban tidak boleh bergerak agar sirkulasi darah   menjadi lambat;
2.   diamkan anggota kaki atau tangan yang tertekana gigitan, usahakan posisi  kaki atau tangan berada di bawah posisi jantung
3.   gunakan kain atau tali untuk mengikat bagian antara luka  dan jantung
4.   bersihkan dengan alkohol
5.   keluarkan bisa dengan poison remover atau membuat sayatan X
6.   lakukan pemijatan disekiar sayatan untuk mengeluarkan bisa
  
1.7 Hipotermia
            Hipoternia adalah keadaan suhu tubuh manusia berada dibawah 35°C. gejala hipotermia dapat diketahui dengan jelas, antara lain:
  1. mengigil kedinginan
  2. korban mudah kelelahan dan ngantuk 
  3. pandangan kabur
  4. mental dan fisik menjadi lemah
  5. panik dan kebingungan
  6. nafas menjadi lamban
  7. anggota badan mudah kram lalu pingsan
Cara Penanganan hipotermia antara lain:
1.      pindahkan korban ke tempat yang terlindung dari terpaan angin dan hujan;
2.      korban harus dalam keadaan hangat dan kering;
3.      periksa saluran pernafasan dan denyut nadi;
4.      masukkan korban pada sleeping bag agar suhu badan korban menjadi hangat;
5.      bisa dilakukan dengan berbagi panas tubuh dari orang lain;
6.      berikan korban makanan yang hangat dan minuman yang manis.
                    
DAFTAR PUSTAKA
Public health zone.2013. Luka pendarahan.[serial online]. publichealthzone.files.wordpress .com/.../luka-perdarahan-syok-dan-pena [17 November 2014].

Sridanti. 2011. Pengertian penanganan patah  tulang [serial online].http://www.sridianti .com/pengertian-dan-penanganan-patah-tulang-fraktur.html [19 November 2014].